Hotman Paris, seorang pengacara terkenal, dengan tegas menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan hukum kepada keluarga DSA, seorang wanita tragis berusia 29 tahun yang tewas dalam sebuah insiden kekerasan yang melibatkan kekasihnya, Gregorius Ronald Tannur. Terlebih tragis, Gregorius adalah anak dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Edward Tannur.

 

Dalam sebuah postingan di akun Instagram pribadinya, Hotman Paris mengungkapkan niat baiknya untuk memberikan bantuan hukum kepada keluarga korban. DSA, wanita yang telah berpulang, ditemukan meninggal dengan luka-luka serius di seluruh tubuhnya.

 

“Ini kata media? Apakah benar? Keluarga korban ditunggu di Kopi Joni oleh Hotman 911,” tulis pengacara senior ini pada Jumat (6/10).

 

Pada unggahan tersebut, Hotman juga membagikan tangkapan layar dari salah satu artikel berita online yang membahas harta kekayaan Edward Tannur, anggota DPR RI dan politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

 

Edward Tannur adalah ayah dari Gregorius Ronald Tannur (dikenal sebagai GRT), yang saat ini menjadi tersangka dalam kasus penganiayaan ini.

 

Sebelumnya, Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya telah menetapkan Gregorius Ronald Tannur sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian DSA, kekasihnya.

 

Hasil autopsi yang dilakukan oleh tim medis menunjukkan bahwa jenazah DSA mengalami banyak luka, termasuk luka di dada sebelah kanan dan tengah, perut sebelah kiri bawah, lutut sebelah kanan, bahkan ada pendarahan di organ dalamnya.

 

Saat ini, pelaku telah berhasil diamankan oleh pihak berwenang dan dihadapkan pada ancaman hukuman penjara maksimal selama 12 tahun.

 

Pengumuman dari Hotman Paris ini menyoroti pentingnya keadilan dan perlindungan bagi korban kekerasan domestik. Bantuan hukum dari seorang pengacara berpengalaman seperti Hotman dapat memberikan harapan kepada keluarga DSA untuk memperoleh keadilan dalam kasus yang tragis ini.

Baca Juga :  5 Doa Pembuka Pintu Rezeki Lengkap dengan Arab dan Latinnya, Cocok Dibaca Setelah Salat Fardhu

 

Kejadian ini juga membawa perhatian publik terhadap isu kekerasan dalam rumah tangga dan memicu diskusi penting tentang perlunya reformasi sistem untuk melindungi korban dan mencegah tragedi serupa di masa depan.

 

Pengacara senior ini, dengan keputusannya untuk turun tangan dalam kasus ini, memberikan pesan kuat bahwa tidak ada yang di atas hukum dan bahwa setiap orang, terlepas dari latar belakang atau status sosial, berhak atas keadilan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here